MANADO—Prakiraan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Manado, dalam beberapa hari ke depan, cuaca di perairan Sulawesi Utara diprediksi memburuk dengan ketinggian gelombang air laut mencapai tiga meter hingga lima meter. Karena itu, kapal-kapal diimbau menunda keberangkatan. ’’Khusus untuk perairan Sangihe dan Talaud ketinggian gelombang mencapai 3,0 hingga 4,0 meter. Dengan gelombang semakin tinggi, untuk itu juga diharapkan warga yang ingin berangkat ke daerah Sangihe dan Talaud agar bisa melihat kondisi cuaca saat ini,’’ ujar Kepala BMG Bandara Sam Ratulangi Willy Lasut.
Lanjut Lasut, memasuki dua pekan terakhir di Bulan Januari ini, cuaca Kota Manado terus berpeluang hujan. Bahkan, sampai Selasa (13/1) kemarin, curah hujan terus terjadi dan sedikitnya 5 kecamatan di Kota Manado terkena bencana Banjir, Tanah Longsor dan Air Pasang.
Melihat fenomena tersebut menurut Lasut, pekan ini Kota Manado masih akan mengalami curah hujan yang cukup tinggi. Diperkirakan angin bertiup dari arah Barat hingga Barat Laut mencapai kecepatan 10 sampai 40 Km/jam.
Ketinggian gelombang laut juga berkisar 2-4 meter. Untuk mengantisipasi curah hujan yang semakin tinggi diharapkan warga Manado yang bermukim di belantaran sungai dan daerah perbukitan agar dapat terus waspada karena dengan curah hujan yang semakin tinggi peluang bencana yang datang sulit dihindari. ”Kondisi cuaca saat ini di Kota Manado semakin memberikan pengaruh terhadap bencana yang bisa menghantam,” kata Lasut kemarin.
Ia menambahkan, saat ini dengan terjadinya beberapa bencana di Kota Manado menunjukan bahwa daerah Manado masih menjadi sebagai daerah yang berbahaya, untuk itu warga tetap harus bisa waspada.
”Terkait dengan perubahan cuaca warga harus lebih hati-hati, sebab bencana yang datang bisa kapan saja. Seperti halnya dengan bencana yang terjadi di Kota Manado, warga diimbau terus waspada apalagi bagi mereka yang bertemapt tinggal di daerah yang rawan bencana,” harap Lasut.
Pemprov siaga 24 jam
Sementara itu akibat curah hujan yang cukup tinggi ditambah angin kencang yang menerjang wilayah Sulut dan sekitarnya akhir-akhir ini menjadi perhatian serius pemprov Sulut. Dibuktikan, pasca beberapa hari cuaca buruk ini melanda Sulut, Gubernur Sulut SH Sarundajang langsung menginstruksikan kepada dinas serta badan terkait untuk bertindak proaktif mengantisipasi dampak dari cuaca buruk ini lewat penanganan intens kepada masyarakat di lokasi titik rawan bencana. Ini diungkapkan Kabag Humas Pemprov Sulut, Steven Liow SSos kepada wartawan kemarin.
“Menyikapi buruknya kondisi cuaca yang terjadi akhir-akhir ini Gubernur sudah menginstruksikan langsung kepada instansi terkait dalam hal ini Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana untuk terus siaga 1 x 24 sigap atas situasi cuaca yang terjadi di Sulut sekarang ini,” tandas Liow.
Sebelumnya, Sekprov Sulut Drs Robby Mamuaja menegaskan, langkah yang sudah diambil Pemprov Sulut antara lain telah menyerahkan bantuan berupa mie instan dan makanan kepada masyarakat khususnya di beberapa titik di wilayah Manado yang terjadi banjir seperti di Tuminting dan Malalayang.
“Kita sudah menyerahkan bantuan. Dan saat ini dari dinas sosial serta badan penanggulangan bencana terus berkoordinasi mengantisipasi hal-hal terburuk yang terjadi akibat cuaca buruk ini,” tukas Mamuaja. Di lain pihak, dia terus mengimbau kepada masyararakat Kota Manado dan juga di Kabupaten Kota di Sulut untuk berhati-hati dengan kondisi cuaca sekarang.
“Bagi yang tinggal di pinggiran sungai atau di wilayah perbukitan yang rawan longsor diminta untuk menghindar dan mengamankan diri di lokasi yang lebih aman,” paparnya. Satu hal yang menarik, meski baru pekan lalu resmi dilantik sebagai badan yang baru di lingkungan Pemprov Sulut, Badan Penanggulangan Bencana Sulut langsung bertindak cepat dengan keterbatasan peralatan.
“Selain memantau perkembangan cuaca ini, kita sudah turun lapangan meninjau ke beberapa lokasi yang terkena bencana akibat cuaca buruk ini,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Sulut Ir Roy Roring yang dihubungi koran ini tadi malam lewat ponselnya.
Bahkan, dengan peralatan yang hampir dibilang tidak ada sama sekali, tim dari Badan Penanggulangan Bencana langsung bertindak sigap. “Kita menggunakan peralatan dan fasilitas seadanya,’’ terang Roring sembari menambahkan sementara ini juga sedang dilakukan pendataan titik-titik rawan bencana seperti di Minut, Minahasa, Bolmong, Manado dan Tomohon serta beberapa daerah lainnya di Sulut.
“Saat ini kita sementara mendata titik-titik rawan bencana di beberapa daerah di Sulut,” tandas Roring seperti dikatakan juga oleh Rendy Rompas, Kabid Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Sulut. (cw-15/cw-14)
Lanjut Lasut, memasuki dua pekan terakhir di Bulan Januari ini, cuaca Kota Manado terus berpeluang hujan. Bahkan, sampai Selasa (13/1) kemarin, curah hujan terus terjadi dan sedikitnya 5 kecamatan di Kota Manado terkena bencana Banjir, Tanah Longsor dan Air Pasang.
Melihat fenomena tersebut menurut Lasut, pekan ini Kota Manado masih akan mengalami curah hujan yang cukup tinggi. Diperkirakan angin bertiup dari arah Barat hingga Barat Laut mencapai kecepatan 10 sampai 40 Km/jam.
Ketinggian gelombang laut juga berkisar 2-4 meter. Untuk mengantisipasi curah hujan yang semakin tinggi diharapkan warga Manado yang bermukim di belantaran sungai dan daerah perbukitan agar dapat terus waspada karena dengan curah hujan yang semakin tinggi peluang bencana yang datang sulit dihindari. ”Kondisi cuaca saat ini di Kota Manado semakin memberikan pengaruh terhadap bencana yang bisa menghantam,” kata Lasut kemarin.
Ia menambahkan, saat ini dengan terjadinya beberapa bencana di Kota Manado menunjukan bahwa daerah Manado masih menjadi sebagai daerah yang berbahaya, untuk itu warga tetap harus bisa waspada.
”Terkait dengan perubahan cuaca warga harus lebih hati-hati, sebab bencana yang datang bisa kapan saja. Seperti halnya dengan bencana yang terjadi di Kota Manado, warga diimbau terus waspada apalagi bagi mereka yang bertemapt tinggal di daerah yang rawan bencana,” harap Lasut.
Pemprov siaga 24 jam
Sementara itu akibat curah hujan yang cukup tinggi ditambah angin kencang yang menerjang wilayah Sulut dan sekitarnya akhir-akhir ini menjadi perhatian serius pemprov Sulut. Dibuktikan, pasca beberapa hari cuaca buruk ini melanda Sulut, Gubernur Sulut SH Sarundajang langsung menginstruksikan kepada dinas serta badan terkait untuk bertindak proaktif mengantisipasi dampak dari cuaca buruk ini lewat penanganan intens kepada masyarakat di lokasi titik rawan bencana. Ini diungkapkan Kabag Humas Pemprov Sulut, Steven Liow SSos kepada wartawan kemarin.
“Menyikapi buruknya kondisi cuaca yang terjadi akhir-akhir ini Gubernur sudah menginstruksikan langsung kepada instansi terkait dalam hal ini Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana untuk terus siaga 1 x 24 sigap atas situasi cuaca yang terjadi di Sulut sekarang ini,” tandas Liow.
Sebelumnya, Sekprov Sulut Drs Robby Mamuaja menegaskan, langkah yang sudah diambil Pemprov Sulut antara lain telah menyerahkan bantuan berupa mie instan dan makanan kepada masyarakat khususnya di beberapa titik di wilayah Manado yang terjadi banjir seperti di Tuminting dan Malalayang.
“Kita sudah menyerahkan bantuan. Dan saat ini dari dinas sosial serta badan penanggulangan bencana terus berkoordinasi mengantisipasi hal-hal terburuk yang terjadi akibat cuaca buruk ini,” tukas Mamuaja. Di lain pihak, dia terus mengimbau kepada masyararakat Kota Manado dan juga di Kabupaten Kota di Sulut untuk berhati-hati dengan kondisi cuaca sekarang.
“Bagi yang tinggal di pinggiran sungai atau di wilayah perbukitan yang rawan longsor diminta untuk menghindar dan mengamankan diri di lokasi yang lebih aman,” paparnya. Satu hal yang menarik, meski baru pekan lalu resmi dilantik sebagai badan yang baru di lingkungan Pemprov Sulut, Badan Penanggulangan Bencana Sulut langsung bertindak cepat dengan keterbatasan peralatan.
“Selain memantau perkembangan cuaca ini, kita sudah turun lapangan meninjau ke beberapa lokasi yang terkena bencana akibat cuaca buruk ini,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Sulut Ir Roy Roring yang dihubungi koran ini tadi malam lewat ponselnya.
Bahkan, dengan peralatan yang hampir dibilang tidak ada sama sekali, tim dari Badan Penanggulangan Bencana langsung bertindak sigap. “Kita menggunakan peralatan dan fasilitas seadanya,’’ terang Roring sembari menambahkan sementara ini juga sedang dilakukan pendataan titik-titik rawan bencana seperti di Minut, Minahasa, Bolmong, Manado dan Tomohon serta beberapa daerah lainnya di Sulut.
“Saat ini kita sementara mendata titik-titik rawan bencana di beberapa daerah di Sulut,” tandas Roring seperti dikatakan juga oleh Rendy Rompas, Kabid Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Sulut. (cw-15/cw-14)
